Apr
4
Sewa VCD
April 4, 2008 |
Bagaimana saya memulai usaha sewa vcd?
Sangat disayangkan, usaha ini bisa dibilang mulai berkurang penghasilannya. Selama DVD bajakan merajalela, maka, usaha rental vcd bisa dibilang mati segan hidup tak mau. Tapi, bukan berarti sewa vcd sudah mati. Belum. Kenapa? Karena masih banyak orang yang memiliki idealisme tinggi terhadap karya orisinil atau urusan hak cipta. Beberapa orang lebih memilih menyewa vcd asli daripada membeli dvd/vcd bajakan karena ketika dia membeli barang bajakan, dia merasa mencuri. Nah, orng-orang seperti ini adanya didaerah pemukiman elit. Jika kita membuat usaha yang lokasinya tidak jauh dari pemukiman elit, kekhawatiran kita bisa dikurangi sedikit.
Selain orang-orang yang memiliki idealisme yang tinggi, sekarang orang sudah mulai banyak yang kecewa dengan kualitas dvd bajakan. Mungkin hasil gambarnya bagus, namun, ketika dihadapkan dengan kualitas penerjemahan yang buruk, orang lama-lama bisa sebal dibuatnya dan enggan menonton lagi produk bajakan. Menonton vcd berbahasa asing adalah waktu untuk melepas penat. Kalau ketika menonton kita harus berpikir dua kali, memutar otak atas terjemahan yang buruk, maka kita akan enggan untuk membeli barang bajakan dan beralih menyewa vcd asli.
Comments
1 Comment so far
Emang susah kalo lawan bajakan! bajakan : Rp. 5000 - 8000 sedangkan Original Rp. 29000..
beda jauh banget dah.. harusnya pemerintah lebih gencar razia VCD / DVD bajakan…